Eksib di Taman


Pengalaman ini ketika aku sedang membaca buku kuliahku di taman, aku duduk di atas rumput karena merasa lebih nyaman dan lebih sejuk. Saat itu aku mengenakan atasan baju kemeja lengan pendek ketat dengan tank-tops dan rok mini jeans model hipster dengan celana dalam putih. Awalnya aku duduk dengan posisi kaki dilipat sambil membaca buku, namun tidak lama karena merasa pegal, aku merubah posisi duduk dengan lutut ku ku tarik sampai ke dagu supaya aku bisa membaca buku kuliah ku yang tebal dengan lebih nyaman.
Awalnya ditaman itu tidak ada siapa-siapa kecuali aku, namun karena keasyikan membaca aku tidak sadar ada seorang cowok yang duduk di bangku taman, tidak jauh dari tempat aku duduk . Aku bias melihat kalau dia sedang memperhatikan aku, mungkin lebih tepatnya celana dalam ku yang bisa terlihat dengan mudah dari tempat dia duduk, namun setiap kali aku melihat ke arahnya, dia langsung melihat kearah lain, timbul keinginan ku untuk bereksibis ria.
Kakiku yang tadinya dalam posisi rapat, aku sengaja lebarkan bahkan sampai mengangkang. Aku bias lihat kalau matanya seperti melotot, melihat ke arah celana dalam putihku, Aku sengaja mengoyang-goyangkan kakiku sampai celana dalam putih ku terasa semakin lama semakin menyempit ke bibir vaginaku. Aku berpura-pura membolak-balik bukuku walaupun pikiranku lebih konsentrasi memikirkan langkah eksibis selanjutnya.


Aku kemudian membaringkan tubuhku diatas rumput, lalu memegang bukuku ke atas sambil kaki ku tetap mengangkang, otomatis rok mini jeans ku pun tergulung ke arah pinggulku dan sekarang celana dalam putihku bias terlihat dengan jelas. Aku mengintip sedikit kearah cowok itu dari balik bukuku, aku bisa melihat tangan cowok itu mengusap-usap penisnya dari luar celana nya, aku bisa lihat kalau dia sudah ereksi dari benjolan yg muncul dari balik celananya. Aku sendiri pun akhirnya merasa horny dan aku bisa merasakan kalau perlahan-lahan vagina ku mulai basah, aku semakin melebarkan kakiku sambil mengoyang-goyangkann pantatku diatas rumput, ingin rasanya mengusap-usap vaginaku dengan tanganku, aku tarik sedikit celana dalam ku dari atas agar celana dalamku semakin menyempit ke bibir vaginaku dan mengesek vaginaku, aku sempat mendesah pelan ketika melakukan itu. Aku yakin dari posisinya, dia pasti bisa melihat celana dalamku yang mulai basah dan bibir vaginaku terlihat mengintip dari celana dalamku. Dari balik bukuku, aku bisa melihat dia mulai membuka resletingnya, mengeluarkan penisnya dan dia kocok pelan-pelan, namun dia tutupi dengan majalah yang dia bawa.
Aku kemudian meletakkan bukuku, lalu duduk dan melihat langsung kearah dia. Cowok itu langsung memalingkan mukanya yang mulai memerah karena malu dan mencoba menutupi penisnya yang sebelumnya sedang asyik dia kocok. Karena aku juga sudah horny banget dan tidak ada orang lain di taman selain aku dan cowok itu, pelan-pelan aku turunkan tanganku kearah celana dalamku, matanya mengikuti gerakan tanganku, aku mulai mengusap-usap vagina ku dengan tangan kananku dan menekan-nekan lubang vaginaku dari luar celana dalamku. Mmmhhhhh aahhh… Aku pun melihat dia meletakkan majalahnya, dan menunjukkan penisnya yang sudah tegang dan keras, tanpa sadar aku sudah mengerak-gerakkan tanganku naik-turun dan merasakan kalau celana dalamku sudah basah banget. Aku tarik celana dalamku kesatu sisi dengan tangan kananku dan menunjukkan dia vagina ku yang sudah basah dan baru saja aku cukur.


Aku bisa melihat dia mulai mengerakan tangannya naik-turun, mengocok penisnya dengan pelan-pelan, sambil dia juga melihat aku mulai mengusap-usap bibir vaginaku untukmencari klitorisku dengan jari-jari tangan kiriku. Mmmmhhh…aku pun mulai memasukkan jari tengahku ke lubang vaginaku dengan pelan-pelan,lalu aku masukkan jari telunjukku juga, Ohhhhhh…aku sudah memasukkan dua jari didalam vaginaku. Aku mulai mengerak-gerakan kedua jari ku di dalam vaginaku,keluar masuk dengan pelan, lalu semakin lama semakin ku percepat, Oohhhhh aaahhhh nikmaattt sekali…aku bisa merasakan vaginaku tambah basah, aku juga bisa merasakan payudaraku mengeras dan putingku menegang dengan keras, sampai terlihat putingku menonjol dari balik bajuku.
Aku bisa menilai dari kecepatan tangannya, sepertinya cowok itu sebentar lagi akan ejakulasi, aku menghentikan gerakan tanganku, lalu menaruh tangan ku di sisi-sisi celana dalamku dan perlahan-lahan melepaskan celan dalamku, aku taruh celana dalamku yang sudah basah ke dalam tasku. Aku memasukkan kembali dua jariku kiriku ke lubang vaginaku dan mulai mengocok vaginaku lebih cepat dan lebih keras, aku bisa mendengar suara jariku yang basah ketika aku memasukkan jari-jariku ke lubang vagina ku, menggaruk-garuk di dalam vaginaku dan memutar-mutar jariku di dalam vaginaku. Ooohhhhhh tuhaaan nikmat sekali…Aku bisa merasakan bahwa aku sebentar lagi akan orgasme, sambil aku dapat melihat tangan cowok itu bergerak naik-turun dengan cepat, mengocok penisnya, dengan kepala penisnya yang mulai memerah dan siap meletus kapan saja. Aku semakin mempercepat kocokan jariku di dalam vaginaku dan badanku mulai bergetar, tanda-tanda kalau aku akan orgasme hebat. Aku mendesah lebih keras, melebarkan kaki ku sejauh mungkin, sambil aku melihat kedua jariku keluar-masuk dengan cepat ke dalam vaginaku.



Tidak lama aku mendengar erangan serak dari cowok itu, aku bisa melihat dia menyemburkan spermanya keluar dengan deras, bahkan sampai mendarat ke majalahnya, pahanya, dan celananya. Aku tersenyum melihat dia telah orgasme, aku pun mempercepat kocokan jari-jari ku ke dalam vaginaku, aku sudah tidak memperhatikan cowok itu atau sekitarku lagi. Nikmat yang kurasakan semakin tinggi, ahhhh…ahhhhh, desahan demi desaha sudah tidak dapat aku tahan lagi, mataku sudah meram sepenuhnya merasakan nikmat yang ada. Nafas ku semakin cepat,ahhhhh…ahhhhh……aku tahu orgasme ku tidak lama lagi akan datang, pantat ku terangkat sambil mengejar tanganku yang memainkan klitoris ku dengan kasar, tangan ku yang sebelah lagi menusukkan 2 jari ke dalam vaginaku, denyutan di vaginaku semakin terasa. Seiring dengan makin cepatnya denyutan vaginaku, aku menjerit kecil dan badanku seperti kejang-kejang dengan paha ku buka lebar lebar, aku pun mencapai orgasme pertamaku. Ahhhhh…..2 jari tangan ku masih menusuk-nusuk vaginaku sambil berputar-putar. Pahaku menjepit tapi jari kananku semakin ku tekan ke klitorisku, ohhhhh nikmatnyaaa. Ahhh aku tahu orgasme kedua ku akan segera datang. Aku tidak sanggup lagi menahan jeritan karena orgasme kedua ini lebih hebat,akhirnya aku menjerit panjang, aaaaahhhhhhhhhh. Ohhh aku bisa merasakan cairan hangat vaginaku mengalir deras melewati jari-jari ku yang kutancapkan lebih dalam ketika ku mencapai orgasme. Akhirnya, aku angkat jari kananku dari klitorisku dan jari-jari kiri ku dari dalam vaginaku, sambil menyilangkan paha ku hingga vaginaku terjepit kencang. Ohhhhh aku berusaha menurunkan rangsangan dengan cara membalikkan badan kesamping. Ahhhhh….akhirnya denyutan vaginaku berkurang, selesai juga terpaan orgasme dan aku mulai membuka mataku. Setelah aku berdiam sekitar 5 menit dengan tangan dan kaki masih lemes, dengan vaginaku yg masih terjepit oleh pahaku yang aku silangkan agar tidak datang orgasme susulan dan nafas masih memburu.
Aku senyum ke dia, lalu berdiri untuk merapikan kemeja dan rok mini jeans ku, kemudian aku berjalan kearah cowok itu, mengambil majalahnya sambil melihat penisnya yang masih tegang. Aku taruh kembali majalahnya di atas penisnya terus dengan cueknya berjalan menjauh. Sungguh pengalaman yang luar biasa.


Disclaimer

Setiap foto dalam cerita hanya sebagai ilustrasi saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi cerita pada blog ini. Jika kamu merasa keberatan, dan ingin foto kamu / foto temanmu / foto keluargamu dihapus dari blog ini, silahkan hubungi admin di cewekeksib@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar