Firza: Eksib Saat KKN 2



Saat itu hari jumat,aku lupa tanggalnya,tapi aku ingat karena siangnya laki-laki yang muslim solat jumat.

Jam 8:00

“Fir,tolong beliin bawang merah sama bawang putih di warung depan” bu lurah menyuruhku untuk membeli bawang,karena pagi itu aku dan Silvi membantunya memasak untuk makan hari ini.

“iya Bu” jawabku

Lalu bu lurah memberiku uang dan aku segera membelinya di warung tetangga. Tak berapa lama aku kembali lagi dan melanjutkan membersihkan sayuran yang akan di masak. Hari itu menunya bayam dan ikan bandeng untuk keluarga bu lurah dan anak-anak KKN

Sekitar 1 jam,kami menyelesaikan memasak hari itu.

Sambil menunggu nasi matang,aku dan silvi ijin pulang ke posko karena mau bersiap-siap mengajar di SD 1 Rambutan

Jam 9.30

Karena sudah terlambat,aku dan silvi terpaksa mandi bareng,karena udah ditinggal teman-teman.

Saat mandi bareng itulah aku tau kalau silvi punya beberapa kelebihan daripada aku. Dadanya yg kencang dan perut yg rata. Dia memang suka aerobic. “baru tau lho dada km kenceng banget,gimana caranya tuh?” tanyaku. “jangan gitu dong liatnya. Risih rau ngga,Fir”

“hahaha...emang loe kira aku lesbong? Ngga lah. Muji kan sah-sah aja”

“iya,makasih,Fir,ya mungkin karena aku suka aerobic. Kamu sendiri juga manteb kok.hehehe...” celetuk silvi sambil menggosok-gosokkan sabun ke sekujur tubuhnya.

“ngapain kamu Fir celingukan?takut ada yang ngintip?” tanya silvi saat melihatku celingukan melihat ke arah luar

Tanpa menjawab,dan tanpa memakai pakaian,aku ambil semua pakaian dan handuk kami yang tergantung di gantungan kamar mandi,lalu aku keluar dalam kondisi bugil total dan berlari kecil masuk ke rumah posko.

Silvi yang masih sibuk mengguyur tubuhnya kaget bukan main karena dia tidak mungkin keluar kamar mandi telanjang. Itu bukan kebiasaan dia

“firzaaaa gila kamu yaaaa..” dia teriak saat aku sudah berada di dalam rumah

“ayo,aku tantang kamu masuk rumah sini,kalau berani. Hahaha..”

“ah gila km,kalau ada yang liat gimana?”

Ngga ada orang di luar maupun dirumah kok. Udah cepetan,keburu ada yang liat kamu. Jangan teriak-teriak juga,ntar tetangga pada ke sini kamu yang malu loh...” tantangku sambil tertawa dari dalam rumah

Aku pikir silvi bakalan nangis dan ngga mau keluar dari kamar mandi,ternyata dugaanku meleset,dia berlari keluar kamar mandi dan masuk ke dalam rumah dengan kondisi bugil. Kedua tangannya menutupi bagian dadanya

“hahahaha...berani juga kamu ya akhirnya”

“ah sialan kamu,Fir” rajuk silvi sambil merebut pakaiannya dari tanganku

Lalu kami ke kamar dan berganti pakaian.

“tadi asik kan ,Vi?”

“malu tauuuuu...”

“hahahahha.... kamu tau ngga,kalau sebenarnya tuh di kebun seberang ada orang lagi cari rumput.entah dia ngeliat kita atau ngga.”

“hah???? Serius kamu fir?? Kalau dia liat gimana? Ah kamu sih fir!” silvi lagi-lagi merajuk

“ah cuekin aja,itung-itung amal.hehehe...”

“gila ah...”

“Fir,kamu mau ngajar SD pake rok segitu?” tanya silvi melihatku memakai rok di atas lutut

“emang kenapa?kan bu guru juga banyak yang pake,ini aku pinjem juga dari tanteku yang guru”

“pasti tantemu pendek yah,masak dia make rok di atas lutut waktu ngajar?”

“iya sih tanteku lebih pendek dari aku. Udahlah,berangkat yuk.” Ajakku



Satu hal yang silvi tidak aku beri tahu,aku memakai rok itu tanpa memakai celana dalam. Aku sengaja bereksibisionis lagi nanti,pikirku.

Jam 10:30

Kami sampai juga di sekolahan dengan berjalan kaki. Sudah ada teman-teman lain di sana yang sedang mengajar.aku mengambil tempat duduk di dekat pintu dan ikut mendengarkan penjelasan reza kepada anak-anak kelas 6 SD. Bapak guru juga ada di sana duduk di belakang mejanya sambil menghadap samping,otomatis pak guru yang bernama Pak risman itu menghadap ke arahku.

Ternyata penampilanku yang mengenakan rok di atas lutut mengundang perhatiannya. Aku terus berpikir untuk kembali menggoda pria-pria dewasa di sekitarku termasuk pak guru dengan melipat kakiku ke depan sehingga rokku ketarik ke atas dan pahaku terlihat. Aku sesekali memperhatikan tingkah kikuk pak risman. Duduknya sudah mulai salah tingkah saat aku menyilang-nyilangkan kaki secara bergantian. Mungkin saat itu pak risman melihatku tidak memakai celana dalam atau hanya karena pahaku yang terus menerus aku umbar.

Tak lama pelajaran IPA yang diberikan reza selesai,dan anak-anak pulang karena saat itu hari jumat. Aku yang mulai capek berdiri dan keluar menuju toilet guru di samping ruang guru. Aku cuci tangan dan kemudian buang air kecil. Ternyata pintu kamar mandi tidak ada kuncinya,jadi terpaksa diganjal dengan batu bata. Aku melepas rokku saat akan jongkok,ngga terasa ternyata resletingku malah rusak. Rokku itu memang agak sempit buatku karena postur tubuhku dengan tanteku berbeda,apa lagi ukuran pantatku yang terlalu gede.

Aku mulai kebingungan,gimana bisa keluar kamar mandi kalau dalam kondisi resletting terbuka di bagian belakang,memperlihatkan pantatku. Bajuku aku tarik-tarik turun juga tidak bisa menutupi bagian pantatku.

Lalu terdengar ketukan dari luar,ternyata ada yang mengantri di luar kamar mandi. Terdengar 2 orang bapak-bapak sedang berbincang mengenai pembayaran listrik rumah salah satu dari mereka. Lalu dengan takut-takut aku keluar dari kamar mandi,takut kalau membelakangi mereka,aku berjalan mundur.

“lho mbak,jalannya kok mundur?kayak kepiting aja.hahaha...” tanya salah satu dari bapak guru tersebut

“ngga apa-apa pak” jawabku sambil tersenyum

Aku bersendar di tembok kamar mandi sambil pura-pura memegang BB

“mbak mau ngantri lagi?yaudah mbak duluan aja”

“nggak pak,Cuma smsan aja.” Jawabku

Aku bbm silvi yang ada di luar,aku mau pinjam tas laptop yang dia bawa untuk menutupi bagian belakang rokku. Tak berapa lama silvi masuk ke kamar mandi,saat itu tinggal aku saja yang ada di kamar mandi karena bapak-bapak tadi sudah keluar.

“buat apa Fir tas laptopnya?laptopnya lagi dipakai reza tuh buat bikin soal ulangan”

Lalu aku berbalik dan menunjukkan rokku yang terbuka di bagian belakang

“hahahaha...kan tadi aku sudah bilang jangan pake rok ini. Rusak ya resletingnya?” aku mengangguk saja

“kamu ngga pake celana dalem ya fir?kok keliatan bokong km”

“ssst....gila km.jangan keras-keras!”

“ups lupa” silvi cekikikan sambil melihat ke arah luar,ada tukang sapu yang sedang menyapu halaman depan

Aku ijin pulang duluan ke kordes si Reza dengan alasan sakit perut

“sakit perut sih sakit perut,tapi tas laptopnya jangan dibawa dong Fir. Ntar laptopnya gimana?”

“ntar aku ke sini lagi kok,Za”

Lalu aku pulang jalan kaki sambil tas laptop aku selempangkan dan menutupi rok belakangku.

Sesampainya di posko,ada pria setengah baya yang mengetuk ketuk pintu rumah

“ada apa ya pak?” tanyaku

Lalu pria tersebut berpaling ke arahku.

“mbak yang KKN di sini ya? Saya Sukur,yang punya rumah ini. Tadi lewat,sekalian ngecek dan mau kenalan sama adik-adik KKN. Sebenarnya saya punya kunci rumah sih,tapi kan ngga sopan kalau tiba-tiba masuk aja.” Pria berumur sekitar 40 tahun tersebut memperkenalkan diri.

“owh pak sukur,masuk pak,lalu aku ambil kunci rumah yang aku taruh di dalam tas laptop. Nyaris aja aku lupa kalau bagian belakangku terbuka,untung saat itu ngga ada orang lewat.

Setelah aku buka,aku persilakan pak sukur duduk,dan minta ijin untuk ganti pakaian dahulu. Dan bodohnya saat aku hendak masuk tas laptopku tidak menutupi bagian belakang rokku. Lagi-lagi aku ngga sadar sampai pak sukur menegurku,”roknya sobek ya mbak”

Aku kaget bukan main,aku terperanjat dan menutupi rok belakangku dengan tangan dan tersenyum ke arah pak sukur,”iya pak,resletingnya rusak” jawabku

“hahaha...ngga pakai apa-apa ya mbak?kok bokongnya sampe keliatan gitu”

Aku hanya tersenyum sambil berlalu. Dan ganti pakaian dengan kaos oblong dan hotpants



Tak berapa lama aku keluar sambil membawa 2 gelas es teh untuk kami. “Silakan diminum pak”

“bapak ngga jumatan?” tanyaku memecah kesunyian

“hahaha...udah pernah mbak” jawab pak sukur santai,aku hanya tersenyum saja.

“tadi itu mbak dari sekolahan?”tanya pak sukur lagi

“iya pak,habis ngajar” jawabku

“ngajar anak SD susah kan mbak,apalagi dengan kondisi rok mbak bolong gitu,ngga pake apa-apa lg...hahaha...”

Aku hanya tersenyum malu digoda pak sukur seperti itu. Setelah itu kami berbincang-bincang banyak tentang desa ini,tapi ntah kenapa lama-kelamaan pertanyaan pak sukur selalu menjurus tentang seks.

“wah di sini cewek cowok nyampur,bisa bebas ngapain aja dong mbak?”

“ah nggak juga sih pak” jawabku santai

Aku agak risih karena pak sukur dari tadi memandangi pahaku terus.

“saya duduk situ ya mbak” pak sukur asal duduk aja di sebelahku

“anak jaman sekarang beda ya sama anak jaman dulu” tiba-tiba pak sukur membuka percakapan lagi

“bedanya apa pak?”

“anak jaman sekarang cantik-cantik,lebih terbuka juga” jawab pak sukur sambil mengelus-elus pahaku. Dengan sopan aku menyingkirkan tangan kasarnya dari pahaku.

“pak mohon jangan gitu” aku menolak dengan sopan

Tapi tangan pak sukur masih aja mengelus pahaku sambil bertanya padaku,”pernah ngelakuin gituan kan mbak sama pacar?”

“maksudnya? Seks?” tanyaku

“iya” dengan polosnya aku menjawab pertanyaan pak sukur.

“itu jg bedanya anak jaman dulu dengan sekarang. Dulu seks emang tabu banget,tapi sekarang udah biasa kan?”

Aku hanya tersenyum terpaksa mendengarnya

Tangan pak sukur yg selalu mengelus-elus tangan dan pahaku malah bikin jantungku berdegup dan horny,jadi aku biarkan saja dia melakukannya. Lama kelamaan tangannya menyusup masuk ke hotpants yang aku kenakan. Dengan sedikit menolak aku menyingkirkan tangannya,tapi entah kenapa ada rasa ingin pak sukur memaksa lagi masuk ke dalam.

“mbak firza ini lagi ngga pake beha ya?kok puttingnya keliatan lancip tuh”

“hah?” aku terkejut dan melihat ke dadaku ternyata benar,putingku sudah menonjol karena horny.

“di rmh saya jarang pakai pak” selorohku

Ternyata jawabanku bener-bener bikin pak sukur sperti kerasukan. Serta merta dia menyentuh dadaku,dan herannya aku hanya sedikit mengelak tapi ngga berusaha kabur atau teriak minta tolong,padahal kondisi pintu rumah masih terbuka.

Pak sukur mengelus dadaku dari luar kaosku,aku hanya sedikit melenguh. Aku rasakan kemaluanku mulai basah. Lalu dia berani masuk ke balik kaosku

“wuah kecil tapi kenceng” bisik pak sukur sambil tangan kanannya berusaha masuk juga ke dalam hotpants yang aku kenakan.


Dan...

Aku diam saja

Seolah benar-benar menikmati diraba pak sukur,aku tidak mengelak atau berusaha menyudahinya.

Puting dan kemaluanku dimainkan pak sukur tanpa melepas pakaian yang aku kenakan.

Tak lama kemudian ada suara motor lewat,dan pak sukur menarik tangannya dari baju dan celanaku.

Teman-teman pulang. Pak sukur dan aku seperti salah tingkah,untung saja tidak ada yang melihat.

Lalu aku perbaiki posisi dudukku dan memperkenalkan pak sukur kepada teman-teman

Saat pak sukur akan minta ijin pulang,dia memberikan secarik kertas padaku saat kami bersalaman.ternyata dia memberikan kartu namanya,tanpa dilihat teman-teman lain. Ternyata dia juga belum puas dengan yang barusan kami lakuin

Disclaimer

Setiap foto dalam cerita hanya sebagai ilustrasi saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi cerita pada blog ini. Jika kamu merasa keberatan, dan ingin foto kamu / foto temanmu / foto keluargamu dihapus dari blog ini, silahkan hubungi admin di cewekeksib@gmail.com

4 komentar:

  1. belum ada lanjutannya ya?

    BalasHapus
  2. yah belum ada lanjutannya ya buat ini. Update dong..

    BalasHapus
  3. gk ada lanjutannya ya?

    BalasHapus
  4. yang ini lama banget gag di update, please admin update FIRZA dong

    BalasHapus