Evelyn, My Naughty Wife 1: The Beginning

Credit to intimates


"Wahhhh.... Ini beneran Vin?" Teriak istriku saat dia membuka kado pemberian ku. Hari ini adalah hari anniversary pernikahan kami yang pertama. Aku memberikan kado berupa tiket paket berlibur berdua ke Pulau Dewata, Bali. Sejak honeymoon setelah pernikahan kami, memang kami belum sempat berlibur berdua, terlihat sekali kebahagiaan di raut wajah istriku.

Evelyn, istriku ini memiliki wajah khas oriental, dengan postur tubuh yang sangat proporsional. Dengan segala kesempurnaannya itulah, bukan hal aneh bila istriku menjadi incaran banyak lelaki saat masih kuliah dulu. Wajah cantik, kulit halus, serta ukuran payudara menjadi aset utama istriku ini.

"Vin, thanks ya udah ngasih surprise ini. Sebagai gantinya, lyn bakal nurutin semua permintaan mu deh, apapun itu" kata istriku sambil memeluk ku.

"Bener nih mau ngabulin apa aja permintaanku? Kalau gitu aku minta selama di Bali nanti kamu hanya boleh pakai pakaian dalam seksi yang dulu pernah aku belikan dibalik pakaian mu" aku mengajukan permintaanku, sambil kuremas pelan bongkahan pantat nya yang seksi itu.

"Siap pak boss, tapi jagain istrimu ini baik2 lho ya. Jangan salahin lyn lho kalau sampai banyak pria yang pdkt ke lyn. Hihihih" tawa istriku sambil melepas pelukannya. Setelah berkata begitu, istriku segera berlari kecil menuju kamar kami untuk berkemas menyambut liburan besok. Malam itu pun kami habiskan untuk menyiapkan segala keperluan untuk liburan besok.

====================================

Akhirnya pagi datang juga, ku paksa membuka mata ini walaupun aku masih sangat mengantuk. Kulihat sisi kiri, istriku sudah tidak ada, samar2 terdengar suara gemericik air dari shower, pasti dia sedang mandi. Tidak lama berselang air shower pun berhenti dan istriku keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang terbilang cukup kecil, hanya cukup untuk menutupi payudara dan vaginanya. Walaupun setiap hari melihat tubuh bugil istriku tetap saja tidak pernah ada kata cukup untuk menikmati tubuh seksinya.

Aku bangkit dari tidurku dan menghampirinya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Segera kucium bibirnya, walaupun pertama sempat menolak kucium dengan alasan aku belum gosok gigi, akhirnya dia pasrah menerima ciumanku dan akhirnya lidah kamipun saling bertemu. Sambil berciuman, tanganku pun tidak mau ketinggalan, segera kuarahkan tangan kanan ku untuk meremas pantat kirinya, dan tangan kiriku meremas payudara 34b nya yang masih terbungkus handuk kecil.

"Uhhh... Stop Vin... kita harus segera bersiap lho" istriku mengingatkanku sambil mendesah menahan nikmat yang kuberikan. "Ah kamu lyn, mulut sih bilang stop tapi ini selangkangan kok basah banget" aku sengaja memancingnya ketika menyadari bahwa vaginanya sudah basah sekali. Tiba2 muncul ide nakal di kepala ku. Aku segera menuju lemari dan mengambil vibrator wireless berbentuk kapsul yang biasa kami gunakan untuk variasi ketika bercinta. "Lyn, ingetkan janji mu yang kemarin kalau mau ikutin permintaanku?" Dia hanya mengangguk tanpa menjawab, terlihat sekali bahwa dia sedang dilanda birahi tinggi.

"Aku mau kamu pakai ini sampai kita tiba di Bali nanti" kataku sambil menggesekan vibrator ke vaginanya. Dia tidak menjawab, hanya mendesah desah sambil mencengkeram dan mendorong tangan ku agar vibrator yang telah basah itu masuk ke dalam vaginanya. Aku terus menggodanya dengan hanya menggesekkan vibrator itu ke klitorisnya.

Ketika sedang asyik bermain dengan vagina istriku, tiba2 mataku tidak sengaja melihat jam dinding, dan aku langsung terkejut begitu menyadari bahwa waktu tidak mendukung untuk melanjutkan aktivitas ini. Akhirnya aku menyudahi foreplay pagi ini dan meletakkan vibrator di atas tempat tidur, dan segera bergegas ke kamar mandi meninggalkan istriku yg sedang horny berat. Ketika akan masuk kamar mandi, sekilas aku melihat istriku mengambil vibrator tadi. Akupun segera mandi sambil tersenyum membayangkan istriku sedang bermasturbasi.

Ketika selesai mandi, kulihat istriku sudah siap untuk berangkat. Pagi ini dia menggunakan tank top hitam berbelahan dada rendah dipadukan dengan rok mini berwarna putih, terlihat juga tali bra berwarna merah di kedua bahunya. Aku hafal dengan tali bra merah berenda itu, itu pasti bra merah transparan yang dulu pernah kubelikan untuknya. Aku jadi bertanya dalam hati apakah dia juga memakai celana dalam merah transparan yang merupakan 1 set dari bra yang dipakainya.

Setelah merapikan diri dan hendak berangkat, tiba2 istriku memasukkan sesuatu ke kantong celana ku dan segera berlari keluar kamar. Aku yang penasaran segera melihat apa yang diberikannya, ternyata remote vibrator. Aku menebak2 apakah istriku benar2 meletakannya di dalam celana dalam nya, tepat di belahan vaginanya. Dengan iseng coba kutekan tombol on sambil berjalan keluar kamar. Alangkah kaget aku mendapati istriku yang cantik ini sedang berdiri sambil berpegangan pada meja makan sambil gemetar. "Ahh sayank nakal..." desah istriku sambil memasang muka cemberut.

Akupun mematikan vibratornya dan menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam mobil agar bisa segera berangkat ke bandara.

Sesampainya di bandara kami segera boarding untuk mendapatkan tiket kursi pesawat. Semua berjalan tanpa masalah bagiku. Tetapi tidak begitu bagi Evelyn, istriku. Saat di bandara tidak jarang aku sengaja menyalakan sesaat vibratornya, hal ini tentu menjadikan penderitaan tersendiri bagi istriku yang tetap berusaha bersikap sewajarnya.

Akhirnya kami tiba di tempat pemeriksaan badan untuk bisa masuk ke ruang tunggu bandara. Aku berada di depan istriku, aku pun lolos tanpa ada kendala. Namun saat istriku diperiksa, sensor detektor logam berbunyi dan terpaksa istriku harus dikeluarkan dari antrian untuk diperiksa ulang. Tetapi detektor tetap berbunyi menandakan adanya logam, dan yang membuatku khawatir adalah lokasi detektor berbunyi, di daerah selangkangan istriku. Kebahagianku dari pagi hari mendadak menjadi kecemasan yang amat sangat mengingat bahwa kemungkinan logam nya ada di dalam vibrator yang sedang ada di vagina istriku. Dan parahnya lagi entah bagaimana bisa petugas yang memeriksa istriku adalah seorang laki2.

Dengan alasan keamanan, petugas tersebut meminta kami untuk ikut ke sudut ruangan untuk pemeriksaan lanjutan. Di sudut ruangan tersebut terdapat sebuah ruang kecil untuk pemeriksaan yang disatu sisi luar nya terdapat cermin kaca besar, cermin ini dibuat untuk satu sisi agar dari sisi dalam ruang bisa melihat keluar, namun tidak sebaliknya. Petugas bertubuh gemuk tersebut masuk ke ruangan itu dan memanggil istri ku. Ketika kami akan masuk ke ruangan, petugas tersebut meminta agar aku menunggu di luar dengan alasan kami akan dimintai keterangan bergantian.

Aku menunggu di luar ruangan dengan penuh rasa cemas dan khawatir tentang keadaan istriku. Membayangkan istriku dengan vibrator di vaginanya di dalam ruang tertutup bersama seorang petugas gemuk yang tidak kami kenal, bahkan namanya pun tidak sempat aku tanyakan membuat aku khawatir, cemburu, namun juga bergairah. Aku berusaha mendekatkan wajahku ke kaca untuk mengintip bagian dalam ruangan, namun tetap saja aku hanya bisa melihat bayangan diriku sendiri.

=====================================

Setelah menunggu sekitar 40 menit, terdengar pengumuman bahwa pesawat yang akan kami tumpangi akan segera berangkat. Aku pun mencoba memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruang pemeriksaan, tetapi baru akan mengetuk tiba2 pintu terbuka dan istriku keluar dari ruangan tersebut.

Aku sempat terkejut melihat penampilan istriku, dia terlihat lelah dengan rambut yang tidak terlalu rapi.

"Kamu gapapa Lyn? Dia ganggu kamu? Kenapa kamu diperiksa? Apa yang salah?" aku mencecar dia dengan pertanyaan2 yang menggangguku sejak menunggu tadi.

"Nanti Lyn ceritain di pesawat aja, keburu ketinggalan pesawat lho" dia enggan menjawab pertanyaanku sambil menarik lenganku menuju ke arah jembatan masuk ke pesawat. Aku yang melihat Lyn sedih jadi tidak mau bertanya dulu tentang apa yang dia alami barusan.

Sejak keluar dari ruang pemeriksaan tadi, aku merasa ada yang aneh dengan pakaian istriku, namun aku belum bisa menemukan apa yang aneh.

===================================


Setelah sampai di kursi kami, Lyn langsung meminta selimut ke pramugari, dan itu memang kebiasannya selalu meminta selimut di dalam pesawat karena dia sering merasa kedinginan. Kondisi pesawat kali ini terbilang cukup sepi karena memang ini bukan waktu liburan. Kami mendapat kursi yang agak belakang, dan diantara kami hanyalah kursi kosong.

Setelah pesawat take off, kulihat Lyn sedang melamun menatap ke luar jendela. Dan saat itulah aku baru menyadari sesuatu yang kurasa aneh sejak tadi, di kedua bahu Lyn tidak terlihat adanya tali bra merah nya. Aku yang penasaran terpaksa harus berpura2 untuk membuat gerakan agar bisa menyentuh bagian dadanya.
Dan ternyata AKU TIDAK MERASAKAN ADANYA BRA !
Perasaanku benar2 kacau memikirkan bagaimana bra merah transparan yang tadinya dipakai istriku sekarang sudah tidak ada di tempatnya. Apa yang dilakukan petugas gemuk itu pada istriku?

Ketika sedang diselimuti rasa cemburu itulah tiba2 Lyn menyandarkan kepalanya ke bahuku. "Vin, maafin Lyn ya" katanya sambil merangkul tangan kiri ku. "Kenapa Lyn? Apa yang sebenarnya terjadi?" aku berusaha terlihat tenang. "Lyn akan cerita apa yang terjadi di ruang pemeriksaan tadi, tapi jangan marah ke Lyn ya" jawabnya. Aku hanya mengangguk tanpa berkata apapun.

"Setelah masuk ke ruang itu, Pak Tono bilang kalau dia curiga Lyn menyimpan sesuatu di dalam rok, karena itu dia meminta Lyn membuka rok." Akhirnya kuketahui bahwa nama petugas gemuk itu adalah Tono.

"Terus Lyn buka rok gitu aja?" tanyaku berharap istriku ini tadi menolak membuka rok nya.

"Sorry Vin, tadi Lyn bener2 takut jadinya terpaksa Lyn menuruti, apalagi dia bilang kalau Lyn menolak dia akan panggil polisi." "Menurut Lyn akan lebih malu kalau sampai ada polisi juga yang tahu ada vibrator di dalam CD Lyn" lanjutnya.

Tanpa aku sadari penisku telah ereksi hanya dengan mendengarkan bahwa istriku membuka roknya di hadapan lelaki yang tidak kami kenal, terlebih dengan vibrator di vaginanya. "Hanya buka rok aja kan? Lalu kok lama banget tadi pemeriksaannya?" Aku masih penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya.

Lyn terdiam sebentar, lalu "setelah Lyn buka rok, Pak Tono bukannya bebasih Lyn, dia malah melototin seluruh tubuh Lyn, dan dia kaget saat tahu ada vibrator di CD ini" sambil Lyn menuntun tanganku ke arah CD nya yang ternyata sudah sangat basah. Akhirnya segala rasa cemas dan amarahku dikalahkan oleh rasa cemburu dan nafsuku. Aku dengan perlahan mengusap CD nya dan kurasakan masih ada vibrator disana.

"Lalu bra kamu?" tanyaku lagi.

"Seperti tidak puas melihatku seperti itu, Pak Tono bilang bahwa dia curiga Lyn menyembunyikan seusatu di dalam bra, dan dia maksa Lyn untuk membuka baju dan bra untuk dia periksa" "Maafin Lyn ya, Lyn hanya ingin pemeriksaan itu cepat selesai, jadi Lyn menuruti semua keinginannya" lanjutnya sambil sesekali mendesah menikmati rangsangan yang dia terima di selangkangannya. "Dan saat selesai pemeriksaan, dia bilang bahwa bra Lyn akan dia sita. Karena itu Lyn terpaksa nda pakai bra sekarang"

"Ya sudah gapapa, hanya itu khan yang terjadi di dalam sana?" aku bertanya kembali.

"Sebenarnya dia juga sempat meremas dada Lyn, sambil menggerak2an vibrator nya. Tapi hanya sebatas itu kok." jawabnya dengan santai saat tangan kanannya sudah berhasil mengeluarkan penisku. "Vin suka ya istrinya digituin sama orang lain?" Aku tidak menjawab pertanyaannya, dalam hati memang ada gairah yang meledak2 mengetahui tubuh indah istriku dijamah orang lain.

Setelah itu tidak ada pertanyaan2 lagi, kami hanya saling memberikan kenikmatan satu sama lain. Hingga akhirnya tubuh Lyn meregang menandakan dia telah mencapai orgasmenya. Tidak lama kemudian, akupun mencapai orgasme ku. Untung tadi Lyn meminta selimut yang bisa kami jadikan kain penutup tubuh bagian bawah kami.

Setelah Lyn membersihkan diri dengan tissue, akupun hendak melakukan hal yang sama. Namun aku menyadari sesuatu. Di jari tanganku, ada bau yang khas, dan itu jelas bukan bau cairan wanita, aku yakin itu bau sperma.

Bagaimana bisa ada sperma di dalam CD Lyn?


Apakah benar yang terjadi di ruang pemeriksaan hanya sebatas yang diceritakan Lyn?


To be continue...

Disclaimer

Setiap foto dalam cerita hanya sebagai ilustrasi saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi cerita pada blog ini. Jika kamu merasa keberatan, dan ingin foto kamu / foto temanmu / foto keluargamu dihapus dari blog ini, silahkan hubungi admin di cewekeksib@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar