Ayu 6: Menemani Suamiku Futsal



Beberapa hari yang lalu ketika long weekend,aku bersama suamiku Rifky berencana untuk pergi
ke Jakarta, menikmati liburanku bersama keluarga di rumah.

Singkat cerita kami sudah sampai di Jakarta.
kebetulan saat itu adik laki-laki ku Eno juga sedang libur dari kuliahnya di bandung.
sudah lama saat-saat bersama keluarga seperti ini tidak kurasakan.
hari sabtu malam aku tidak keluar rumah, aku masih kangen dengan keluargaku dan
kami ngobrol di ruang keluarga.


Eno: Mas Rifky, besok ikut maen futsal yuk, sama temen-temen Eno
Rifky: Maen dimana? sama sapa?
Eno: Maen sama temen-temenku mas, di daerah Kuningan sana.
Rifky: Sayang, besok kamu ada rencana kemana?
Ayu: belum ada rencana sih mas, tapi aku pengen massage n spa aja.
Rifky: besok maennya jam berapa no?
Eno: jam 9 mas, sejam aja.
Rifky: kalo ke spa nya abis futsal gimana sayang?
Ayu: oke gakpapa.

skip skip skip, dan sampailah keesokan harinya...

Ayu: mas aku pake baju apa ya?
Rifky: Ya terserah kamu aja sayang, tapi jangan yang ketat-ketat ya.
Ayu: iya mas.

aku memilih sebuah kaos berwarna abu-abu dan sebuah rok biru, dengan jilbab yang senada.
sebenarnya aku bimbang apakah harus membawa baju ganti atau tidak.

kami bertiga pun berangkat ke kuningan dan sesampainya di salah satu lapangan futsal,
aku merasa hanya aku wanita yang ada disini. disalah satu lapangan tampak permainan futsal
sedang barlangsung, kami kemudian menghampiri teman-teman Eno yang sedang bersiap-siap.
setelah itu mereka langsung melakukan pemanasan sambil menunggu selesainya lapangan.

aku sendiri langsung pergi ke toilet karena merasa perutku mulas.
ternyata toilet disini menyatu dengan tempat untuk mandi.
aku memilih toilet paling pojok yang kurasa paling 'aman'.

tak sampai 5 menit, aku mendengar banyak suara pria dan mereka memasuki ruang mandi ini.
aku sedikit terkejut dan cemas kalo sampai mereka tau di kamar mandi ini ada seorang wanita.
apalagi bagian bawah penutup / pintu toilet setinggi betisku.
aku kemudian memiliki inisiatif untuk melepaskan semua rok ku dan kugantung di dinding toilet.
berharap agar mereka menyangka yang sedang berada di toilet adalah seorang pria karena hanya
terlihat betisnya saja.

perasaanku masih berdebar-debar apalagi aku merasa mereka yang sedang mandi jumlahnya banyak.
namun sifat isengku keluar, aku segera mengenakan rokku dan keluar dari toilet.

para pria itu pun pastinya terkejut, dimana kondisi mereka semua dalam keadaan telanjang
ternyata mereka bersama seorang wanita berjilbab.
posisi mereka semua membelakangiku dan dalam keadaan menutupi kemaluan masing-masing.
aku hanya tertawa dan langsung keluar dari kamar mandi dan kembali dari lapangan futsal.

kulihat suami dan adik ku sudah memulai permaninan dengan teman teman mereka. aku hanya
menunggu sambil membuka jejaring sosial hehehe...

setengah jam berlalu, aku dikejutkan oleh sapaan seorang pria yang ada di depanku.

X: mbak, maaf celana dalamnya ketinggalan. hehehe...
Ayu: hmmm...?
aku menerima plastik yang ketika kuraba dari luar seperti berisi celana dalam ku.
ketika aku meraba pantatku, aku memang merasakan bahwa aku lupa memakai celana dalam ku.

Ayu: oh iya terima kasih.
sambil aku tersenyum genit.

X: oh ya mbak,ada salam dari temen-temen yang mandi tadi. hehehe... ada titipan juga
didalam plastik. di buka aja.

aku kemudian membuka plastik itu, memang benar ada celana dalam ku, namun plastik itu juga
telah dipenuhi ceceran sperma mereka. langsung saja bau menyengat semerbak keluar dari
plastik itu. langsung aku bukang ke tempat sampah, dan kurelakan aku tidak memakai
celana dalam hingga pulang nanti. huuuh!!!


tak lama kemudian permainan futsal itu berakhir. aku langsung menghampiri suami dan adikku,
kukatakan pada mereka mandinya di tempat spa aja. mereka setuju dan kamipun segera
menuju tempat spa langgananku.

begitu sampai aku pergi ke tempat resepsionis dan melakukan pemesanan.
beruntungnya aku karena kartu memberku masih berfungsi.
aku memesan sebuah ruangan untuk 3 orang.
setelah selesai, aku langsung mengajak suami dan adikku untuk masuk keruangan itu.

3 terapis yang akan melayani kami semuanya wanita.
kemudian mereka menyerahkan handuk kepada kami dan meminta agar segera berganti.
suamiku yang sudah terbiasa berspa santai saja melepas baju hingga telanjang bulat
dan tengkurap di atas matras. adikku terlihat kebingungan.

Eno: mbak, aku pakai handuk aja gapapa kan?
Ayu: iya gapapa, mas mu aja tuh kurang kerjaan banget.

aku memperhatikan suamiku menikmati urutan dari terapis, namun aku mulai merasakan
cemburu juga karena dia dipijit dalam keadaan bugil.
akupun beranjak ke ruang ganti, dan melepaskan semua pakaianku.

kalau suamiku bugil, aku juga bugil ah...



aku tidak memakai pakaian apapun lagi dan berjalan ke tempatku dipijat.
ketika aku melewati adik dan suamiku, mereka nampak bengong melihatku bugil.
walaupun suamiku sudah sering melihatku bugil, tapi dia terlihat kebingungan karena
tempat itu tidak hanya berisi kami berdua.
adik kandungku pun matanya seakan mau keluar melihatku bugil.

Ayu: kamu liat apa eno?
Eno: Kakak kok bugil?
Ayu: biar aja, emang kenapa...?

kulihat adikku masih terpaku melihat tubuh telanjangku.
walaupun kami saudara kandung, aku memang belum pernah bugil didepannya.

sambil mengambil posisi tengkurap, aku bilang pada terapis ku bahwa tubuhku
tidak usah ditutupi handuk.

Eno: Kak, susumu gede banget.
aku hanya bisa membatin, kurang ajar nih anak. ternyata dari tadi pandangannya selalu
kearah susuku. dan karena posisiku tengkurap, susuku terlihat 'penyet' dan menggembung
kesamping, benar benar memperlihatkan besarnya payudaraku.
suamiku mendengar perkataan Eno, dia hanya tertawa saja.

Rifky: kamu gak pernah ngliat ayu bugil no?
Eno: gak mas, baru ini. hehehe...

setelah itu aku tidak menghiraukan apa yang mereka bicarakan dan apa yang mereka lakukan.
aku hanya menikmati usapan terapis itu. hingga saatnya untuk terlentang...

ku lihat suamiku sudah terlentang terlebih dahulu.

Ayu: mas, ngapain itu penis mu bangun?
Rifky: aku horny ngliat kamu sayang.

lalu pandanganku beralih ke Eno.
kulihat dia sudah terlentang, namun kemaluannya masih ditutupi handuk,
yang bikin aku penasaran, handuk itu terlihat mencuat sangat tinggi.
aku memerintahkan terapis untuk membuka handuk nya eno.

dan benar saja, penisnya langsung menjulang tinggi, dan kutaksir besarnya melebihi punya
suamiku.

Ayu: wah, gede juga penismu dek.
Eno: ah kakak ni ngapain sih ngliatin punyaku.

kulihat eno masih tetap memperhatikan tubuh bagian depanku.
namun paling sering dia memandangi payudaraku.

Ayu: dek, berapa panjang punya mu tuh?
Eno: ukur aja sendiri kak

mendengar kata-kata eno yang bernada tantangan, aku segera menghampirinya.
ku genggam penis eno, ternyata aku butuh 2 tangan untuk menutupi seluruh penisnya hingga ujung.
diameternya juga membuat tanganku tidak cukup untuk mempertemukan ujung jempol dan jari tengahku.

Eno: kak! kamu mau ngapain?!
Ayu: ngukur, kan kamu sendiri tadi yang bilang suruh ngukur.
Eno: ehhgh kak, udah kak.
Ayu: kamu horny gara-gara ngliat kakak bugil ya? kamu masih perjaka gak?
Eno: Iya, kakak hot banget sih. aku belum pernah ML kak.

aku kemudian memandang suamiku, kulihat dia sedang mengocok penisnya sendiri. dan tentu saja
si terapis kebingungan gak tau apa yang harus dia lakuin.

Eno: kak, bra mu ukuran berapa?
Ayu: coba tebak berapa...
Eno: 36 ya kak? 36C?
Ayu: kok kamu tau?!
Eno: hehehe. aku pernah liat pas nglipetin jemuran mu.

kulihat suamiku masih mengocok penisnya sendiri.
aku lalu menghampirinya.

Ayu: mas ML yuk.

langsung saja mas rifky memeluk dan menciumiku.

Ayu: mbak, udahan aja spa nya. mbak boleh pergi.
Rifky: yang, langsung masukin aja ya. aku udah gak tahan.
Ayu: iya mas. eh Eno, liatin ya. mbak kasih liat gimana itu ML.

mas rifky langsung saja memasukkan penisnya dan karena vaginaku memang sudah basah, dia langsung
melakukannya dengan kecepatan penuh. aku sungguh menikmati dan ketika kulihat Eno, dia hanya
memainkan penisnya saja. tiba tiba saja aku berfantasi yang masuk di vaginaku adalah penis besar
milik Eno.

entah suamiku yang sudah sangat bernafsu atau kenapa, tiba-tiba dia memelukku erat dan ejakulasi.

Ayu: mas ayo goyangin dikit lagi, aku udah mau orgasme.
Rifky: maaf sayang, aku udah capek. gara gara abis futsal nih.

walaupun aku sedikit kecewa, namun aku memaklumi hal itu.
suamiku pun beranjak pergi ke kamar mandi, setelah itu kulihat Eno mendekatiku.

Eno: kak, udah cuma gitu doang?
Ayu: maksudmu no?
dengan berbisik ditelingaku dia berkata...
Eno: kamu belum orgasme kan?
dengan sedikit perasaan kecewa aku mengangguk.
Eno: kak, mau ngrasain punyaku gak?



aku sedikit terkejut dengan perkataan adikku itu, tiba tiba saja dia sudah memasukkan seluruh
penisnya ke vaginaku.

Ayu: eno, kamu kok gitu. aku kakakmu dek!
Eno: sst... jangan berisik kak, bentar aja. aku udah gak tahan!

sambil memeluk erat bahu adikku, aku berusaha mengimbangi tusukan penisnya di vaginaku.
Ayu: no, cepetan sayang. keliatannya mas rifky udah mau selesai mandinya!
Eno: iya ka,oh... nikmat banget vaginamu kak.. oooh, kuseraih perjakaku buat kamu kaaaak!
Ayu: iya dek,,terus dek. enak banget penis mu dek. vaginaku rasanya penuh banget deeek.. ashhh
Eno: kak, aku udah mau keluar kak....
Ayu: hhoooh yes eno, kakak keluar sayaaaaang...

tak berapa lama eno mencabut penisnya dan mengocoknya hingga dia ejakulasi. disemprotkan
spermanya ke handuk yang ada di sampingku.

tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, eno langsung melompat dan mengambil handuknya dan berjalan
ke arah kamar mandi.

Rifky: ayu kamu kok masih tidur aja, cepet mandi.

ah, suamiku nih. mana gak ngasi orgasme, kok istrinya yang lagi kena orgasme gini gak di
kasi waktu istirahat.
aku kemudian beranjak ke kamar mandi yang lain.

setelah itu kami pun pulang dengan badan yang segar.
ketika di mobil, eno sms. kak, maaf ya tadi aku udah gak tahan banget.
ku balas, iya adek ku sayang, kamu sekarang udah gede. jangan bilang ke sapa2 ya hal tadi.
BB ku kembali bergetar, iya kak, kamu hot banget loh kak. eh, aku boleh minta lagi gak? hehe..
aku hanya tersenyum aja membacanya.

iya, buat adek tersayang apa sih yang gak. kakak tadi menikmati banget loh, kakak suka.
kamu boleh aja minta lagi kalo ada kesempatan, tapi dengan satu syarat, kamu gak boleh
seks bebas, biar kakak juga aman. xixixi...

Disclaimer

Setiap foto dalam cerita hanya sebagai ilustrasi saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi cerita pada blog ini. Jika kamu merasa keberatan, dan ingin foto kamu / foto temanmu / foto keluargamu dihapus dari blog ini, silahkan hubungi admin di cewekeksib@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar