Ayu 9: Kenangan Eno



Setelah 2 kali aku mendapat durian runtuh yaitu ML dengan kakakku Ayu,
aku ingin bercerita tentang masa lalu yang kuketahui dari kakak kandungku ini.

sejujurnya aku merasa bersalah kepada mas Rifky terkait persetubuhanku dengan
Ayu, istrinya yang juga kakak kandungku sendiri, namun sudah sejak lama
aku mengagumi tubuh kakakk dan sebelumnya aku hanya bisa onani sambil membayangkannya.

cerita ini terjadi ketika kakakku masih perawan, tentu saja ketika ia belum menikah
dengan mas Rifky.
kami berdua tinggal dirumah yang sama, di Jakarta.
saat itu Ayu masih kuliah semester akhir dan aku masih SMA, dia juga belum memakai
jilbab seperti sekarang ini.


hari itu aku dan Ayu sedang berdua dirumah, Ayah dan Ibu sedang ke Bandung untuk
menghadiri acara keluarga.
pukul 7 pagi aku terbangun dan merasa kebelet untuk buang air, keadaan rumah saat itu
sepi sekali, maka kuduga kakakku masih tertidur lelap dikamarnya.

setelah membasuh burung kecilku dan mencuci muka, aku hendak membangunkan kakakku di
kamarnya, setelah kuketuk pintu beberapa kali aku tidak mendapat respon darinya.
maka kubuka saja pintu kamarnya dengan perlahan...

kulihat Ayu masih tertidur di atas ranjang, namun yang membuatku harus menelan ludah
adalah posisi tidur kakakku yang mengangkang, memperlihatkan celana dalam dan sedikit
belahan vaginanya.

Eno: Kak, bangun! udah siang!
Ayu: emm.. ennoo, kakak masih ngantuuuk...!
Eno: udah ayo banguuun, liburan jangan malas-malasan!
sambil aku menarik tangannya.
Ayu: aduduh, iyaaa...

dengan masih terduduk di ranjang, dia merapikan rambutnya dan mengikatnya kebelakang.
melihat pose kakakku yang seperti itu membuat buah dadanya terlihat sangat membusung
menjadikanku kembali menelan ludah.

Ayu: dek, kamu mau maem apa pagi ini?
Eno: Lontong sayur aja deh kak.
Ayu: yaudah, kamu beli sendiri ya, duitnya di atas tv. kakak titip nasi uduk ya.
Eno: iya kak.

kemudian aku pergi ke warung pojok dan membeli sarapan untuk kami berdua.
buah dada dan celana dalam kakakku masih membayang dipikiranku.
kapan ya, aku bisa ngrasain tubuh kakakku... aku hanya bisa membatin.

skip skip skip... hingga akhirnya aku kembali sampai dirumah dengan membawa
1 bungkus nasi uduk dan lontong sayur.

kulihat pintu depan rumah masih tertutup, artinya kakakku masih berada di belakang rumah.
aku mendengar gemericik air di kamar mandi artinya kakakku sedang mandi. aku saat itu
masih belum berani untuk mengintipnya mandi.

sambil aku menyiapkan bungkusan ini di atas piring, aku menyeduh air untuk membuat susu
hangat.

Ayu: Eno...
Eno: ya kak?
Ayu: Eno, tolong ambilin kakak handuk.
Eno: Iya kak, bentar.

aku berjalan cepat ke kamar kakakku dan mencari handuk di lemarinya.
aku mendapati 2 handuk yang ada, 1 handuk yang besar dan 1 lagi handuk yang kecil.
handuk kecil ini biasanya digunakan untuk mengelap rambut dan berukuran 20x50 saja.
maka muncul keisenganku untuk memberikan handuk kecil ini kepada kakakku, dan
handuk besar ini akan kusembunyikan saja.

Eno: kak, ini handuknya, cuman ada handuk itu dilemarimu.

aku tidak mendengar komentar apapun dari kakakku, maka aku cuek saja dan melanjutkan
menyeduh susu yang sudah kusiapkan tadi.

tak berapa lama aku mendengar pintu kamar mandi terbuka.
Ayu: eno, bak cuciannya dimana ya?
Eno: di luar kak, di tempat cucian.
Ayu: ambilin dong dek...
Eno: ambil sendiri napa kak.

sambil berbalik dan mengarahkan pandanganku ke arah kamar mandi, aku sangat terkejut.
mataku seakan terpaku melihat kakakku Ayu.

Ayu: kamu tadi ambilin kakak handuk kecil gini, malu dong kakak kalo keluar.



sambil masih melongo dan rasanya badan ini tiba-tiba kaku.
aku melihat kakakku yang biasa kujadikan objek onani sedang bugil didepanku,
handuk kecil yang kuberikan tadi digunakannya untuk menutupi tubuhnya dan
tentu saja tidak bisa menutupi seluruhnya.
saking kecilnya itu handuk, kakakku yang memposisikan handuk itu secara vertikal
hanya bisa menutupi puting dan vaginannya saja, sedangkan bulatan buah dadanya terlihat
jelas dari sisi depan dan samping.

aku masih tidak dapat berbicara sepatah katapun, kakakku langsung ngeloyor kehalaman belakang
rumah dan meletakkan baju kotornya di bak cuci, tentu saja ia harus melepaskan salah satu
tangannya dan harus menunduk, kali ini dadaku berdebar semakin kencang karena melihat secara
jelas vagina kakakku yang berrambut tipis.
tak terasa penisku sudah menegang dan pandanganku masih mengikuti kakakku yang berjalan
masuk kedalam rumah.

Eno: kak, maaf aku tadi liat vaginamu!
Ayu: hmm... kamu sih ambilin aku handuk kecil gini! nih liat aja semua, puas puasin dah!

dengan sangat santainya kakakku melepaskan handuk kecil itu dari tubuhnya dan melemparkannya
kearahku! tentu saja saat ini kakakku sedang telanjang bulat didepanku! aku semakin tidak bisa
melepaskan pandanganku dari tubuh bugilnya.

Eno: eh kak, kamu gak malu bugil didepanku gitu?
Ayu: biar deh, kan kamu adik ku sendiri. lagi buat apa no?
Eno: susu...
sambil pandanganku tidak terlepas dari buah dadanya yang begitu ranum.
buah dada gadis perawan yang masih runcing membusung kedepan dan belum kendor.

Ayu: kamu bilang susu kok ngliatnya ke payudara kakak terus sih?!
kontan kata-katanya membuatku malu, namun aku masih tidak memalingkan pandangan dari
tubuh bugil kakakku.

Ayu: kenapa? kamu pertama kali liat kakak bugil ya?
Eno: eh iya kak, kakak seksi banget. upss!
aku keceplosan!
Ayu: hihihi,,, adek ku udah gede sekarang.
sambil ia melewatiku dan mengedipkan salah satu matanya, sungguh nakal!!!

masih dengan bertelanjang bulat Ayu membuka bungkusan nasi uduknya, seolah olah dia
sedang bugil seorang diri dirumah, padahal aku ini juga laki-laki yang bisa horni!

Eno: kak, kok udah mau makan? pake baju dulu napa!
Ayu: ntar aja, kakak udah laper! napa? kamu gak suka liat kakak bugil gini?!
sambil membawa piring dan nasinya, ia masuk kedalam kamar.
aku merasa, apakah itu sebuah 'tantangan'? namun aku masih berusaha untuk tidak keGRan.

akupun sudah benar benar tidak tahan dengan aksi nakal kakakku ini, namun aku masih
waras untuk tidak menggodanya lebih lanjut, dia kakakku! aku berteriak dalam hati.

namun si otong tidak mau berkompromi, aku berjalan cepat masuk kedalam kamar mandi,
melepaskan seluruh pakaianku dan memulai kegiatan onaniku.
aku membayangkan tubuh binal kakakku dan mempercepat kocokanku.
mungkin karena aku sudah horni berat, sperma ini begitu cepat keluarnya dan menjadikan
aku rileks karena telah ejakulasi.
kalau sudah begini, sekalian saja aku mandi besar. namun karena masih terbayang tubuh
kakakku, penisku kembali berdiri namun aku berencana untuk membalas aksi kakakku.

dalam hati aku cukup Pede dengan ukuran penisku, maka masih dengan keadaan bugil, aku
keluar kamar mandi dan berjalan menuju kamar kakakku.
setelah membuka pintu kamarnya, aku langsung masuk dan duduk disampingnya.
tentu saja kakakku terkejut melihatku bugil dan akhirnya kami sama-sama bugil.

Ayu: xixixi, kamu ngapain ikutan bugil dek?!
Eno: biar impas kak!

aku melihat mata kakakku memandangi penisku, kena kamu kak!
Ayu: penismu lumayan juga dek.
Eno: lumayan apa kak? lumayan gede ya?
Ayu: ah gak kok, kecil segitu
Eno: emang kamu pernah liat yang lebih gede dari ni kak?
Ayu: sering, tuh di film bokep. xixixi...



sampai saat ini aku tidak tau apa selanjuntya yang harus kulakukan.

Ayu: dek, pilihin baju bwt kakak donk! ambilin di lemari.
Eno: maksudnya kak?
Ayu: kakak tau sebenernya kamu sering bayangin kakak pas onani. xixixi,
Eno: --- blush ---
Ayu: so, kamu pasti punya khayalan tentang kakak, kakak turutin deh buat harini.
Eno: beneran ye kak? kalo ku pilih baju seseksi apapun kamu mau pake kak?
Ayu: iyaaaa... cepetan!

aku langsung meloncat dan membuka lemari kakakku, mencari-cari bajunya yang sesuai
dengan khayalan kotorku.

buat agan-agan, kira-kira baju apa yang cocok untuk kakakku yang binal ini?

aku memilih sebuah kaos bali yang sangat longgar, mungkin karena sudah lama dipake
sehingga saat ini kaos itu sangat melar.

Eno: kak, kamu pake ini ya?!
Ayu: wah, kamu suka ngayalin kakak kalo pake ini ya dek?!
Eno: hehe, iya kak...

dan kakakku langsung memakai kaos itu tanpa bh, dengan posisi tubuhnya yang normal
saja aku sudah bisa melihat belahan dadanya dari atas dan samping.
langsung saja penis ku tegang di hadapannya, khayalanku menjadi kenyataan cuy!

Ayu: dek, kamu nakal ya!
Eno: hehe, biarin kak.
Ayu: trus celananya dek?
Eno: gak usah pake celana n cd kak.
Ayu: heh, jangan ngawur ya! kaos ini longgarnya ky gini kok! liat nih bawahnya aja
cuman bisa nutupi memek kakak, nih blakangnya buletan pantat kakak aja keliatan!
Eno: ya biarin kak, kan dirumah aja gak keluar.
Ayu: kamu kesempatan banget sih! liat tuh penismu udah tegang poll gitu!

dok dok dok... permisi...

kami sama-sama terkejut mendengar ada orang diluar yang mengetuk pintu.
Eno: eh, ada tamu kak, siapa ya?
Ayu: ada kurir dek. ntar dek,...
Eno: napa kak?
Ayu: (tersenyum) makan nih khayalanmu!

kakakku langsung ke ruang tamu dan membuka pintu depan. aku sungguh terkejut
dengan apa yang dilakukan kakakku, beraninya dia dengan busana seperti itu
menemui orang lain. tubuhku seketika lemas dan jantung ku berdebar kencang.

Ayu: oh ya, maaf lama buka pintunya mas.
kurir itu seketika terkejut melihat busana kakakku, aku yang melihatnya dari
balik dinding saja langsung panas dingin, apalagi kurir itu!

Ayu: maaf pak?
Kurir: oh iya bu, bener ini rumah bu Ayu?
Ayu: iya saya sendiri.
Kurir: ini ada paket bu, minta tolong tanda tangan disebelah sini.

kakakku langsung mengambil pulpen yang dibawa kurir itu, namun kakakku
mencabut slip pengiriman dari barangnya dan dengan seksinya dia berdiri
menghadap kedinding, sambil sedikit menungging Ayu menandatangani slip itu.
tentu saja mata kurir itu langsung melotot melihat cewek cantik setengah bugil
didepannya. apalagi dengan kaos kakakku yang sedikit tertarik keatas, maka
pantat kakakku menjadi bebas untuk dilihat oleh kurir itu.

lancangnya kurir itu mendorongkan tubuhnya hingga menyentuh pantat kakakku, kalo
dari pandanganku seperti sedang adegan dogie saja.
nakalnya kakakku! ia malah menggoyangkan pantatnya hingga menyentuh selangkangan
kurir itu. sapa yang bisa tahan!

Ayu: mas ini sudah saya tanda tangani, yang barusan itu bonus buat mas.
Kurir: eh, iya makasih bu.

kakakku langsung masuk kedalam rumah dan menutup pintu.
dia dengan senyum nakalnya mendekatiku... dan membisikkan sesuatu...
Ayu: puas???

rasanya hati ini semakin tak karuan saja.
Ayu: adeeek!!!
aku terkejut dengan teriakkan kakakku,
Ayu: kalo mau ngecrot jangan di dalam rumah donk! keinjek nih spermamu!



Rasanya aku masih tidak ingin berhenti onani gara-gara membayangkan
aksi kakakku hari ini.

aku mengikutinya ketika ia berjalan ke belakang, memang kaos yang di
pakai kakakku hanya menutupi bulatan pantatnya, tetapi ketia ia berjalan
maka bulatan itu mengintip dari balik kaosnya.

aku berfikir untuk menahan sisa spermaku, aku kan masih punya banyak
khayalan lain tentang kakakku ini, kesempatan!



Eno: kak, gak pengen ganti kostum? hehehe
Ayu: napa? belum puas? masih kuat buat crot berapa kali lagi dek?
Eno: stoknya masih banyak nih kak. hehe...
Ayu: udah ah, nanti sore lagi. kakak mau ngerjain tugas. temen2 kakak
mau dateng. jangan lupa bersihin ceceran spermamu tuh!
Eno: iye kaaak...

aku mengambil lap pel di jemuran dan membersihkan ceceran spermaku di lantai.
yah, fantasiku harus kutunda nih.

selesai membersihkan aku mencuci kain pel ini, kudengar pintu kamar kakakku
tertutup, menandakan kakakku sudah kembali ke kamar.

skip skip skip...

jam didinding menunjukkan pukul 10 siang, aku yang hendak tidur siang
dikejutkan dengan ketukan pintu depan rumah.
ketika kulihat dari dalam kamar, ada beberapa orang diluar rumah yang kuduga
adalah teman teman Ayu. ada 3 orang pria dan 1 orang wanita yang sedang
menunggu diluar.

tak berapa lama kakakku pun keluar dari kamar dan membukakan pintu depan.
entah kenapa, aku tiba-tiba penasaran dengan pakaian kakakku. karena
tidak terlihat dari dalam kamar, maka aku keluar dari kamar untuk melihatnya.

Eno: eh, siapa kak?
Ayu: temen2 kakak yang mau ngerjain tugas. kamu tolong buatin minum dong.
Eno: iya kak.
Ayu: eh temen2, ngerjain di dalem kamarku aja yuk. laptop nya di dalem kamar.
mereka pun menuruti ajakan kakakku untuk masuk ke kamarnya.

oh iya, saat itu Ayu memakai celana jeans sepanjang lutut dan kaos lengan
panjang. cukup sopan kurasa, namun tetap saja tubuh bohay kakakku terlihat
jelas. lekukan pantat di celana jeans itu menunjukkan kalo pantat perawan
kakakku benar-benar semok.

namun aku tidak berfikir apakah kakakku memakai pakaian dalam atau tidak.
aku melakukan saja perintah kakakku untuk membuatkan minuman bagi mereka.
ku ambil botol fanta dan pocary dari dalam kulkas, beberapa buah cake
dan gelas tentunya.

tok tok tok... kaak,
Ayu: iya masuk dek
Eno: permisi...
Ayu: taruh di atas meja aja dek. eh iya, kenalin ini adik kandungku.
Ayu: eno, ini kenalin Jodi, Alex, Yuda n Risa.
akupun menyalami mereka satu persatu. dan ketika aku menyalami Risa,
dia tersenyum padaku,,, ugh, senyumnya sungguh manis cuy!

Risa seorang jilbaber yang kuduga dialah yang ngompor2in kakakku untuk
memakai jilbab saat ini.
sebelum keluar kamar aku sempat berbisik suatu hal ke kakakku.
Eno: kak, fotoin kak Risa ya.
Ayu: yeeeeeeee,,, buat apa emang dek?! beres deh!

akupun keluar kamar dan kembali ke kamar, masih terbayang senyum Risa.
ah, penisku pun tegang kembali kulepas semua pakaian yang kupakai n mulai
mengelus penisku sambil membayangkan Risa.

Ayu: adeek...
tiba2 ayu masuk kamarku tanpa mengetuk pintu
Ayu: hahahah, kamu ngapain dek!
Eno: kak, kalo masuk kamar ketok pintu dulu napa!
mukaku langsung memerah, bagaimana tidak kakakku mempergoki aku sedang
onani dengan telanjang bulat seperti ini.

Ayu: hm... nih buat kamu.
aku menerima BB dari kakakku, fotonya Risa cuy! yes...

Ayu: nah, lanjutin deh ngocokmu, mumpung dapet objek fantasi yang laen. xixi,,
kalo udah di copy balikin BB kakak ya.
langsung saja dia meninggalkanku, namun kurasa ia masih sempat melirik penisku
yang sedang maksimal ini.

gilaaa, cakep banget Risa! aku tadi hanya melihat senyumnya karena
posisinya saat itu sedang duduk, namun ketika difoto close up seperti ini
membuat tubuhnya terlihat mendebarkan hati.
Pinggangnya sungguh ramping dengan buah dada yang menonjol, TOGE!



aku segera mengenakan pakaianku, dan bersegera pindah tempat ke kamar mandi.
ketika melewati kamar kakakku, pintu kamar kakakku tiba2 terbuka. Risa!

Eno: eh, mau kemana kak?
Risa: mau ke kamar mandi dek. tunjukin kamar mandinya ke kakak dong.
Eno: ayo kak.

ugh, aku deg deg-an banget. rencana mau bayangin Risa di kamar mandi,
kok malah sekarang nganterin dia ke kamar mandi.

Risa: oh ya dek, kamu apa mau pake kamar mandi juga? kamu duluan deh.
Eno: eh, gak usah kak. kak Risa aja duluan. silahkan kak...

yah, harus lebih sabar lagi nih... padahal gue udah konak banget.
aku menunggu di dapur sambil mengelus penis dan melihat foto Risa di hapeku.
'oh Risa...' aku hanya bisa membatin saja...

Tekk, pintu kamar mandi terbuka... aku buru buru membenahi celanaku.
Risa: Dek, kakak keknya masih lama nih, kamu kalo mau pipis masuk aja.
'omegot!' aku terkejut, namun tak berapa lama hatiku bersorak!

Eno: maaf ya kak, agak kebelet nih.
aku memasuki kamar mandi, namun aku masuk dengan membelakangi posisi
Risa yang berada di kloset.
dengan perlahan aku mengeluarkan penis dari celana kolorku sambil menghadap ke
tembok.
karena grogi bercampur horny tentu saja air seni tidak mungkin bisa keluar.

Risa: kok lama banget keluarnya dek? kebelet gak sih benernya?! atau kamu grogi???
Eno: (aduh, ketauan nih) eh iya kak, grogi campur malu jadi gak keluar2.
aku kemudian mengangkat kepalaku dan mencoba mengalihkan perhatian,
berharap agar aku lebih tenang... deg!
disampingku adalah gantungan baju yang ada dikamar mandi, agan bisa tebak
apa yang menggantung disana? CELANA PANJANG HITAM MILIK RISA, dan apa itu
kok ada warna putih? CD nya!

ciaaaaaa... penisku menjadi semakin tegang dan aku semakin horni saja!
Eno: kak Risa, maaf aku mau ambil air.
Risa: loh, belum keluar gitu apanya yang mau disiram?
Eno: ini kak, dedekku coba ku siram aja, sapa tau karena dingin ntar bisa pipis.
Risa: eh, jangan noleh kebelakang loh ya! tak ambilin dulu airnya.
Eno: eh, iya kak.
Risa: coba sini liat mana yang mau di siram.
Eno: eh eh, maksudnya gimana kak?!
ternyata Risa sudah berdiri dibelakangku, tubuhnya menempel ke punggunggku,
tentu saja aku bisa merasakan payudara TOGE nya yang sungguh kenyal.

Risa: sst,,, gak usah ribut. diem aja. hmm... gede juga ternyata.
Kak Risa kemudian menyirami penisku, akupun semakin deg degan dan semakin
horny tak karuan.
tangan kiriku kemudian kulepaskan dari penisku dan kuarahkan kebelakang,
berusaha memegang tubuh Risa.

tangan ku menyentuh pantatnya cuy! mulus banget!
plak!
Risa: eits! gak boleh nakal!
akupun langsung menarik tangan ku kembali.
Risa: ini apa di kantong mu? hape? ngapain bawa hape ke kamar mandi?
mati aku...
Risa: loh, kok ada fotoku? mau ngapain dengan fotoku ini dek?
Eno: gak apaapa kok kak...
Risa: kamu mau coli sambil bayangin aku ya? oh,,, nakal banget nih adeknya Ayu!
Eno: eh buka gitu kak...
Risa: ssttt.. diem! kalo gak hape mu ni aku cemplungin ke bak mandi!
akupun ketakutan dan hanya bisa diam, tak terasa ukuran penisku menyusut.

aku merasa Risa mengambil celananya yang tergantung, sedangkan aku masih menunduk saja.
Risa: udah ya, fotoku udah ku hapus. jangan coba macem2 lagi sama fotoku!!
aku mersakan nada bicaranya yang meninggi, kurasa dia marah.

Risa: nih hp mu, buat ganti fotoku yang jadi bahan fantasimu, nih ku pinjemin
BH sama CD ku!
Risa keluar kamar mandi sambil meletakkan sesuati di pundakku, BH nya Risa!
dan digantungan juga masih ada CD nya Risa! huwaaaaah,,, mendadak penisku
tegang dan aku langsung mengocoknya dengan cepat.
ku ambil CD yang tergantung itu dan kuarahkan ke wajahku, ku hirup bau khas
vagina wanita... sedap...!
semakin aku horny dan mempercepat kocokanku, ahhhh Risaaa...
kuraih BH nya yang ada di pundakku, 36B. dan kugunakan BH itu sebagai
target semprotan spermaku. crooottt!!!

lega sekali, aku langsung terduduk di kloset... sehari 2x onani sungguh
membuat dengkulku lemas.

hah... aku segera membasuh dan membersihkan penisku. kuletakkan BH dan CD
Risa di bak cucian yang ada disana.

hm... kalo Risa ninggalin BH n CD nya disini, berarti dia masuk ke kamar
gak pake BH n CD lagi dong??? sama 3 cowok itu???

aku langsung bergegas mengenakan celanaku dan keluar kamar mandi, langsung
keluar rumah dan mengintip melalui cendela kamar kakakku.
pandanganku langsung tertuju ke Risa. kulihat dia masih berdiri didepan
kakakku dan teman2nya. namun baju Risa yang agak transparan itu benar2 luar biasa!
Payudaranya yang bulat itu semakin kentara karena Risa tidak lagi memakai BH.
yang paling menggoda adalah 2 putingnya yang berwarna kecoklatan membayang JELAS
apabila kulihat. teman laki2 kakakku pun bersiul juga ketika mereka melihatnya.
sedangkan Ayu hanya tertawa saja...
jelas kudengar percakapan mereka walaupun posisiku diluar rumah.



Risa: ngapain kalian ketawa hei!
Ayu: yaampun Risaaaa,, itu PUTINGMU KELIATAN JELAS BANGETTTT!
Risa: oh ini, hmm...
dengan nakalnya Risa menggeser bajunya, sehingga Puting yang tadinya terlihat
dibagian bajunya yang berwarna abu2 kali ini tertutupi oleh bagian bajunya
yang berwarna hitam.
Risa: nah, udah gak keliatan banget kan yu?!
Ayu: tapi tetep tembus Risaaa!
Risa: hhehe, biarin deh... manjain nih cowok2 jablay! udah, sekarang gantian kalian!

dalam hati aku berfikir, sebenernya apa yang sedang mereka rencanakan dan lakukan???

Yuda: tru kita harus ngapain nih?!
Risa: loh, ya sesuai perjanjian tadi.
Ayu: inget ya, bwt hari ini cewek gak boleh pake daleman, tp kalo buat cowok harus bugil!
Yuda: hahaha, iya deh!

para laki2 teman kakakku itu mulai melepas pakaian mereka hingga telanjang bulat.
dari 3 laki2 itu tak ada satupun yang menempel di tubuhnya.
kali ini gantian Ayu dan Risa yang tertawa terbahak-bahak.

Yuda: udah nih, kamu belum ayu!
Ayu: iya deh...
kakakku pun berdiri dan dengan gaya striptease mengangkat kaosnya... hingga leher.

Alex, Yuda, Jodi: wuuuhuuuu.... yeah!

Disclaimer

Setiap foto dalam cerita hanya sebagai ilustrasi saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi cerita pada blog ini. Jika kamu merasa keberatan, dan ingin foto kamu / foto temanmu / foto keluargamu dihapus dari blog ini, silahkan hubungi admin di cewekeksib@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar