Esther 4: Eksib di Angkot

Credit to 0976



Cerita lain adalah pengalamanku di sebuah angkutan kota, mikrolet kalau istilah di kotaku.

Bentuknya adalah sebuah mobil station, Suzuki carry extra umumnya, yang dimodifikasi menjadi berpintu samping dan susunan tempat duduk berjajar di sisi kiri dan kanan. Pengemudi umumnya menambahkan bangku tambahan di bagian paling belakang untuk menambah jumlah penumpang pada jam2 sibuk.

O ya .. yang belum pernah membaca share2 ku sebelumnya, namaku Esther, aku sekarang kelas 2 SMA di sebuah sekolah swasta di kotaku. Usiaku 16 tahun.
Aku terbilang gadis yang cantik, walaupun gayaku tomboy, rambutku terpotong pendek, di atas bahu sehingga leherku yang putih mulus selalu menjadi salah satu perhatian cowok2 disekitarku, sexi orang bilang.
Aku gadis keturunan Chinese, tetapi mataku tidak terlalu sipit, normal saja, hanya kulitku yang putih dan mulus seperti umumnya gadis keturunan yang lain.
Buah dadaku tidak terlalu besar, 34B, tetapi karena hobby-ku berolahraga, kedua bulatannya terbilang padat dank eras, tidak menggantung ke bawah, tetapi tegak ke atas dengan dua putingnya yang kemerahan.

Aku sangat menikmati even2 eksibisionis, tetapi untuk urusan keperawanan .. mm .. sampai dengan sekarang aku masih seorang gadis ... hehehe ..

Sore itu, aku baru saja pulang dari kursus bahasa inggris yang memang sudah sejak setahun yang lalu aku ikuti. Kursusnya agak formal sih .. tetapi cukup bergengsi, karena hasilnya juga diakui secara internasional. Jadi ya dalam urusan berpakaian dan sebagainya mau tidak mau jadi ikutan formal, kaya orang kantoran.

Sekeluar dari tempat kursus, tidak terlalu jauh sudah ada jalur tempat aku bisa menyetop angkutan untuk membawaku pulang. Jadi aku berdiri di pinggir jalan untuk mencari tumpangan mikrolet pulang ke rumah. Biasanya sih aku selalu memakai motor, tetapi untuk selingan, tidak jarang aku memilih untuk naik angkutan saja .. biasanya sih kalau aku lagi ingin untuk sedikit eksi ..
Makanya kalau berencana naik angkot, biasanya aku selalu berpakaian yang sedikit seksi, seperti sekarang .. aku memakai rok mini dari bahan kain katun warna hitam dan atasan baju tanpa lengan dari bahan kain yang longgar sehingga jika dilihat dari samping orang bisa sesekali mengintip sedikit buah dadaku yang terbungkus bh warna merah.

Sengaja sambil menunggu angkutan, aku membuka 3 kancingku di bagian atas supaya kalau aku membungkuk, belahan bajuku akan membuka sampai ke perut atasku sehingga tentu saja sepasang buah dadaku akan terekspos luas walaupun masih terbungkus BH. Biasanya moment ini terjadi ketika aku membungkuk untuk memasuki pintu angkutan, jadi yang dapat rejeki biasanya ya orang2 yang duduk berdekatan dengan pintu masuk dan melihat langsung ketika aku masuk ..
Sambil sedikit deg2an aku menunggu sampai sebuah angkutan warna biru melambat di depanku. Aku bergegas mendekat dan memasuki pintu angkutan yang dibuka dari dalam. Eitts .. ternyata isinya penuh .. oleh serombongan anak2 berseragam SMA .. dan celakanya semuanya laki2 .. aduh, bisa gawat nih .. pikirku tegang.

Tapi kepalang basah akhirnya aku masuk saja kedalam angkutan, hanya tidak seperti yang aku rencanakan, waktu aku masuk sengaja aku tahan bukaan kemejaku supaya tidak terbuka. Takut juga aku jadinya .. biasanya kalau aku eksib isinya pasti bervariasi, anak2, ibu2, bapak2 dan ada wanita juga, jadi tidak terlalu berbahaya .. kalau begini sih .. wah bisa2 terjadi pemerkosaan masal nih ..

Beberapa anak yang duduk di angkut terlihat memandangku, satu dua diantaranya tersenyum ramah. Aku menyapanya dengan senyuman juga. Dan karena bangku disamping begitu penuh akhirnya aku terpaksa duduk di bangku tengah belakang, menghadap kedepan, bersandar pada kaca.
" Baru pulang ya ? " Sapa anak disampingku sambil tersenyum
"Iya ..kok bisa serombongan satu mobil ? " Jawabku sambil balik bertanya, dari badge dilengan mereka aku tahu kalau mereka berasal dari sekolah yang sama.
"Iya .. barengan habis ekstrakulikuler basket di sekolah .. kita satu tim nih .. " Jawabnya sambil memandang teman2nya yang lain yang ikut memandangku sambil tersenyum.
"O ya ?? .. wah kebetulan dong, Aku juga tim basket lho di SMAku .." Jawabku sambil tersenyum lebar, tidak lupa aku sebutkan nama sekolahku.
"Lho .. kamu anggotanya The Fusion ya ? .. " Tanya anak itu sambil menyebutkan nama Tim basket sekolahku, memang Tim Basket-ku cukup punya nama di kota ini karena prestasi2 kami yang cukup menonjol, " Wah kolega nih .. saya Ade .."
Dia menyodorkan tangannya sambil menyebut nama, setelah itu bergantian teman2nya yang lain memperkenalkan nama mereka satu per satu. Aku menyambut saja sambil tersenyum bangga. Iya dong, The Fusion gitu lho ..

Setelah itu suasana menjadi jauh lebih akrab. Kami bercanda2 sambil bercerita panjang lebar tentang dunia basket dan berbagai kejuaraan yang pernah kami ikuti. Ternyata lumayan juga anak2 ini, walaupun rata2 masih kelas 2 SMA tapi sudah cukup banyak mereka bertanding mewakili sekolah, bahkan sampai di tingkat provinsi.
Lama2 karena sudah merasa santai, aku jadi lupa dengan pengamananku pada kemejaku yang terbuka. Apalagi mobil yang kami tumpangi juga jalannya tidak bisa dibilang santai, beberapa kali meliuk-liuk dan berhenti mendadak, akibatnya kerap kali aku terpaksa harus tertunduk kedepan setiap kali sopirnya menginjak rem dalam2.

Nah niat eksib yang tadinya sudah aku urungkan untuk menjaga gengsi akhirnya berjalan lagi walaupun tidak aku sadari. Tahu2 yang aku sadari beberapa anak dikiri kananku sudah terlihat susah memindahkan mata mereka dari belahan kemejaku yang terbuka memamerkan kulit dadaku yang memang putih terawat.
Belum lagi satu anak yang duduk di ujung lain didepanku nampaknya juga beberapa kali sempat menangkap moment ketika aku terpaksa membuka pahaku untuk menjaga keseimbangan waktu mobil berbelok .. yah .. pastinya paha mulus dan cd g string yang aku pakai sudah masuk ke memory-nya dia.

Tidak berapa lama angkutan yang kami naiki berhenti dihalte, beberapa anak yang ada bersama kami tadi turun sehingga tinggal 2 orang berseragam SMP saja yang masih ada didalam angkot, 4 orang kalau termasuk aku, agak longgar jadinya.

Seorang Bapak2 usia sekitar 50 tahun-an naik dan duduk didekat pintu masuk. Lalu naik lagi seorang Ibu2 yang kira2berusia sama. Baru saja duduk, mata Bapak itu sudah melirik kearahku yang duduk jauh diseberangnya. Aku pura2 cuek saja, padahal dari jam terbang eksib-ku yang sudah lumayan tinggi, aku segera saja bisa mengenali mata2 yang gampang tergoda semacam ini .. hehe .. calon mangsa nih pikirku senang. Apalagi waktu pandangan itu sebentar mampir juga ke kulit pahaku yang memang cuma sepertiga saja tertutup kain, wow .. rasanya seperti beneran dibelai saja gelinya .. Seperti tidak sadar aku tegakkan tubuhku, memberi kesempatan Bapak itu melihat 3 kancing kemejaku yang memang sudah sedari tadi terbuka, menunjukkan kulit dadaku yang putih mengintip dari sela2 kainnya. Memang tidak bisa terlihat apa2 selain cuma putihnya kulitku, tidak juga nampak bentuk bulatan buah dadaku karena memang dari posisi duduknya dia cuma bisa melihat lurus saja ke arahku, tidak bisa dari samping. Tapi yang sedikit itu kan yang membuat penasaran ? .. hehe, sabar Pak.
Ketika angkutan itu bergerak lagi baru kesempatan untuk sedikit2 eksib datang lagi. Kebetulan juga memang sopir angkutan ini tidak terlalu mulus dalam menyetir sehingga kami yang ada didalam ini terpaksa beberapa kali harus miring2 untuk mengikuti liukan kendaraan.

Sengaja, seolah untuk menyeimbangkan tubuh aku berpegang pada sandaran bangku disampingku, sambil sedikit aku renggangkan pahaku .. mmm, sebenarnya tidak sedikit sih karena ujung lututku sampai menyentuh tepian bangku samping, sedangkan lututku yang lain masih tetap diposisi yang sama, akibatnya aku tahu pasti dari arah duduk Bapak itu pasti dia bisa melihat jelas paha dalam kananku sampai ke pangkal pahanya .. cd –ku .. mm pasti dong nampak jelas buat dia.
Hati2 aku curi2 melirik untuk melihat reaksinya .. dan benar kan dugaanku, walaupun sembunyi2 aku tahu pasti matanya tajam sekali melahap semua pemandangan indah yang aku suguhkan. Ibu2 yang duduk didepannya malah sama sekali tidak merespon, dia malah sibuk melihat ke depan seperti orang yang takut salah jalan.
Wuih .. sudah deg2an sekali rasanya, sekaligus desiran2 halus kuat sekali terasa didadaku .. malu tapi horny .. Tapi rasanya kok malah aku ingin sekali membiarkan Bapak itu lebih banyak melihat tubuhku. Walaupun aku yakin sekali, dengan cd G String yang aku pakai, bukan tidak mungkin sebagian kulit pangkal pahaku dan sedikit bulu2nya juga sudah ikut terekspos.

Membayangkan hal itu saja, aku yakin sekarang pasti bibir vaginaku sudah mulai basah oleh cairan ..

Tidak berapa lama, Ibu yang duduk didepan Bapak itu memberi kode untuk turun.
Hmm.. kesempatan pikirku. Ketika angkutan berhenti untuk menurunkan Ibu itu, aku diam saja tidak bergerak. Tetapi justru ketika angkutan mulai berjalan lagi, aku mulai bergeser maju untuk menempati tempat duduk di depan Bapak itu yang sekarang kosong.
Tentu saja, karena aku berjalan membungkuk dengan posisi mobil berjalan, aku harus memakai kedua tanganku untuk berpegangan di sisi2 mobil supaya tidak jatuh. Nah .. pada kesempatan inilah kemejaku yang memang kancingnya terbuka tiga biji itu bebas memamerkan belahan dadaku yang montok dan luar biasa mulus ini ... Sengaja aku berlama2 melangkah, seperti takut jatuh, tapi tujuannya jelas, membiarkan Bapak itu makin mengilar melihat buah dadaku yang terlihat menggantung padat di sela – sela bukaan bajuku, kalau dia jeli sih, sebenarnya dia bisa melihat full sampai perutku yang putih dan rata juga. Memang masih terbungkus BH sih, tapi ... wow .. kapan lagi ada buah dada semontok ini dipamerkan di angkutan ?? .. pikirku sambil makin deg2an.

Waktu aku sampai didepan Bapak itu, sengaja aku pandang matanya sambil tersenyum manis sekali.
Dianya membalas dengan senyuman aneh .. antara horny, kagum, heran ... hehe .. Tapi tenang .. type Bapak2 seperti ini biasanya cuma berani melihat saja .. tidak berani yang lain.
Duduk berhadapan seperti ini, makin banyak kesempatanku untuk eksib dengan lebih terbuka. Apalagi dua anak SMP yang duduk di bangku belakang beberapa kali aku pergoki melirik2 nakal kea rah pahaku, membuat aku lebih semangat lagi untuk pamer body.

Beberapa menit kedepan, entah sudah berapa kali aku biarkan Bapak didepanku ini mengintip CDku dari bukaan pahaku yang sengaja beberapa kali aku lebarkan. Dari duduknya yang sudah mulai gelisah, aku yakin pasti nafsunya sekarang sudah mulai naik juga .. hehe .. sama Pak, kalau tidak malu pasti sudah aku gosok2 klitorisku untuk menuntaskan desakan gairahku yang mulai naik juga.
Sampai di depan pasar kabupaten Bapak itu memberi kode untuk turun. Aku tersenyum manis lagi padanya waktu dia menganggukkan kepalanya sebelum keluar dari Mobil.

Hehe .. lumayan puas juga rasanya .. bisa pamer dada dan pangkal paha sekalian ... huff .. pengen segera sampai rumah nih .. sudah geli2 rasanya di vaginaku .. pasti sudah basah banget.



Ehh .. tahu2 dua anak SMP yang tadi duduk di belakang sudah pindah duduk di samping dan depanku.
Aku tersenyum saja waktu mereka mengangguk kepadaku. Tapi agak was was juga sih .. kira2 mereka tahu nggak ya kalau tadi aku sengaja pamer body ke Bapak itu ..
" Sendirian Mbak ? " sapa salah seorang dari mereka.
"Iya .. " Jawabku pendek sambil pura2 tidak peduli.
"Mbak ... " Bisik salah seorang yang duduk disampingku.
Aku menoleh sekilas, dia memandangku dengan pandangan aneh .. antara takut dan berharap
"Kita pengen lihat juga boleh .. ?" Bisiknya.
"Lihat apaan .. ?" Tanyaku pura2 tidak mengerti ... padahal jantungku sudah deg2an bukan main.. ketahuan nih .. aduh, celaka ..!!
" Lihat kaya Bapak tadi Mbak .. " Jawabnya sambil berbisik, matanya melirik pahaku yang sekarang memang aku tutup rapat2." Lihat aja Mbak .. nggak lebih .. " Bisiknya lagi berharap.
Aku menatap mereka ragu, lalu melirik sopir didepan yang masih sibuk mengamati jalan, mencari penumpang baru.
"Mumpung belum ada penumpang lagi Mbak .. " Bisiknya mendesak .. dari caranya yang cuma berbisik tanpa sama sekali mencoba memaksa, aku tahu mereka bukan anak2 berandalan.

"mm .. diem2 aja ya .. " kodeku untuk tidak membuat curiga sopir dan penumpang yang duduk di bangku depan.
Pelan2 aku buka lagi pahaku .. tidak terlalu lebar, sekedar supaya mereka bisa mengintip CDku saja. Dua anak SMP itu serempak menatap tajam ke bukaan rokku, berebut memelototi belahan pahaku yang sengaja kubuka.
Aku pura2 tidak melihat, jantungku berdebar tidak karuan, karena baru sekarang aku terang2an membuka auratku didepan orang yang tidak aku kenal. Biasanya sih memang iya .. tapi kan kesannya tidak sengaja .. rasanya antara malu tapi juga ada desir2 halus didadaku yang sensasinya luar biasa, rangsangannya juga jauh lebih kuat ..

Pelan2 bukaan paha yang tadi hanya sedikit sengaja aku buka lebih lebar lagi, supaya seluruh paha dalam hingga ke pangkal pahaku terlihat jelas.
Dua anak didepanku terlihat makin melotot, satu anak yang dibelakang terlihat mulai tidak tahan dan mulai menggosok2 tonjolan dicelananya.
Aku melihatnya sambil tersenyum .. rasanya aneh, mungkin begini rasanya striptease kalau sedang bergaya ya.
Menyadari kalau ada yang mulai tidak tahan melihat tubuhku ternyata malah membuatku ingin lebih memamerkan lagi.
Sambil masih melihat kedepan, aku melebarkan bukaan kemejaku yang memang sedari tadi sudah terbuka 3 kancing atasnya, posisi dudukku yang menyamping, setengah menghadap kedepan seperti sedang memperhatikan jalan, sengaja aku atur sedikit condong ke depan sehingga dari arah samping buah dadaku akan jelas terlihat.

2 anak tanggung itu sekarang tidak malu2 lagi menatapi tubuhku, mata mereka berpindah dari paha ke belahan dadaku yang walaupun masih tertutup BH, tapi sudah jelas nampak bentuk payudaraku yang bulat dan montok.
Aku masih pura2 melihat kedepan, ketika tiba2 aku merasa tangan anak itu mulai mengelus pahaku.
Mulanya aku kaget juga, tapi kepalang tanggung dan karena memang gairahku sendiri yang sudah cukup keras meledak, akhirnya aku biarkan saja.
Merasa mendapat angin, tangan anak itu malah makin nakal menyusup kedalam rok-ku dan mulai menyentuh pangkal pahaku. Dalam hati sebenarnya aku ingin memprotes, tapi kok rasanya malah sentuhan nakal itu justru membuat vaginaku makin basah saja oleh cairan. Jadi aku biarkan sajawaktu tangan anak itu sedikit2 mulai menyentuh bibir vaginaku dari balik lapisan celana dalam.
Aduh .. kok malah jadi petting di angkot sih .. tapi bener2 sensasi yang luar biasa rasanya.
Diraba2 oleh anak yang baru kenal diangkot yang kaca2nya seluruhnya terbuka .. wihhh .. jadi murahan sekali rasanya ..

Anak yang duduk disampingku sekarang malah ikut menarik2 bukaan kemejaku sehingga buah dadaku makin banyak terekspos. Lalu tangannya berpindah mulai meraba2 buah dadaku dari samping. Tidak terlalu vulgar sih, karena dia cuma menyisipkan tangannya kedalam kemejaku. Aku melirik sekilas .. buset .. yang lagi main2in vaginaku sekarang malah sudah mengeluarkan penisnya, memang tidak sampai membuka celana, cuma resletingnya saja supaya penisnya bisa keluar .. tapi ya nekat juga. Aku tersenyum sambil melirik tangannya yang satu, yang mulai mengocok2 penisnya sendiri.. dia malah nyengir sambil masih menggosok2kan jarinya ke vaginaku.

Aku tersenyum kecil sambil masih memberi kode supaya tidak terlalu mencolok. Mereka mengangguk setuju, sambil makin aktif memainkan tangannya. Yang mengerjain pahaku sekarang sedikit2 mulai memasukkan jarinya ke sela2 CDku dan membelai2 bibir vaginaku. Tapi waktu dia mau memasukkan jarinya aku menatapnya tajam sambil menggeleng. Dia nyengir saja, tapi menurut, sekarang dia cuma membelai2 bibir luarnya saja .. dasar amatir .. batinku .. sebenarnya aku ingin dia merangsang klitorisku .. tapi susah juga mau minta sama anak amatiran gini ..

Yang satu lagi lebih lumayan .. dia sekarang menyusupkan tangannya ke dalam BHku dan bermain2 dengan putingnya .. ssshh .. geli2 enak rasanya ... aku menggigit bibirku sendiri waktu dia memilin2 putting susuku. Kadang mungkin karena terlalu gemas dengan gumpalan buah dadaku yang padat dan montok, dia meremasnya terlalu keras, kalau sudah begitu aku Cuma bisa meringis saja sambil memelototinya dengan kesal.

Kira2 15 menit saja, kami berasyik2 begitu .. mungkin memang karena terlalu tegang ya .. jadi sebentar saja aku lihat, hampir bersamaan penis mereka sudah muntah ke lantai angkot.
Aku memeletkan lidahku setengah mengejek .. keduanya nyengir kecut sambil menarik tangan mereka dan merapikan celananya.

Disclaimer

Setiap foto dalam cerita hanya sebagai ilustrasi saja dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan isi cerita pada blog ini. Jika kamu merasa keberatan, dan ingin foto kamu / foto temanmu / foto keluargamu dihapus dari blog ini, silahkan hubungi admin di cewekeksib@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar